wonokerto.desa.id - Pemerintah Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Pelatihan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan di aula kantor Desa Wonokerto pada Rabu 23 September 2026 dengan peserta anggota gapoktan Desa Wonokerto dan narasumber dari BPP Kecamatan Kedunggalar.
Pertanian berkelanjutan adalah pendekatan pertanian yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang dengan mempertahankan produktivitas lahan pertanian dan juga menjaga integritas ekosistem dan sumber daya alam.
Dalam upaya mencapai pertanian berkelanjutan, banyak teknik-teknik ramah lingkungan telah dikembangkan dan diterapkan. Beberapa teknik utama yang digunakan dalam pertanian berkelanjutan salah satunya dengan penggunaan pestisida dan pupuk organik, yaitu dengan menggantikan pupuk kimia dengan pupuk organik seperti kompos, pupuk hijau, dan pupuk kandang sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Ini mengurangi risiko polusi lingkungan dan meningkatkan kualitas tanah.
Dalam pelatihan pertanian tersebut dipaparkan cara pembuatan Agens Hayati atau Agens Pengendali Hayati adalah setiap organisme atau mahluk hidup, terutama serangga, cendawan, cacing, bakteri, virus dan binatang lainnya yang dapat dipergunakan untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Selain itu juga dipaparkan cara pembuatan FERINSA Plus (Fermentasi Urin Sapi), serta PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Bakteri Perakaran Pamacu Pertumbuhan Tanaman.
Salah satu keuntungan utama dari Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan adalah peningkatan produktivitas jangka panjang. Dengan menggunakan teknik-teknik seperti penggunaan pupuk organik, tanah pertanian tetap subur dan produktif tanpa mengorbankan sumber daya alam. Hal ini memungkinkan petani untuk menghasilkan lebih banyak hasil pertanian dengan biaya yang lebih rendah, meningkatkan keuntungan dan keberlanjutan ekonomi mereka.